Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Demokrasi adalah sistem pemerintahan yang menjadi pandangan hidup hak dan kewajiban warga negara. Demokrasi ini dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat. Salah satu tonggak adalah pemilu. Pemilu diselenggarakan untuk meningkatkan rasa demokratis, dan membentuk pemerintahan yang kuat akan persatuan dan kesatuan, yang kompak dalam berpendapat dengan mengikuti pemilu. Dan berikut merupakan sabagai wujud penerapan tujuan Pembukaan UUD pembelajaran yang menerapkan atau mencerminkan demokrasi adalah menggunakan metode diskusi yang mana siswa akan menyampaikan pendapatnya, dan berlatih menghargai pendapat orang lain, selain itu juga dengan adanya demokrasi ini dapat mengajarkan perserta didik bahwa manusia adalah makhluk sosial yang tidak mampu berdiri sendiri, yang butuh bantuan orang lain, yang hidup secara harus memberikan apa yang ia ketahui dan apa yang ia punya supaya siswa lebih bisa berfikir maju dan harus memperlakukan adil dengan siswa satu dengan lainnya, dan guru juga mampu mencerminkan demokrasi dalam pembelajaran. Pentingnya siswa mengenal demokrasi adalah sebagai berikut Siswa dapat mengenal arti demokrasi, dan memiliki rasa menciptakan rasa cinta tanah air sejak menciptakan generasi yang mampu melindungi masyarakat dan adil akan segala mengajarkan perwujudan UUD 1945 dan mengajarkan nilai – nilai Pancasila. Dengan ini, demokrasi sangat perlu diajarkan kepada siswa tentang demokrasi. Supaya mereka paham dan mampu menerapkannya dengan baik. Dan dapat menciptakan generasi yang taat akan hukum dan adil dalam hukum, sosial, maupun budaya. Yang mampu menerapkan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Supaya jika kelak mereka menjadi seorang yang berdiri di pemerintahan, mereka dapat adil. Lihat Ilmu Sosbud SelengkapnyaMemudarnyanasionalisme di era ini juga dapat disoroti dari maraknya konflik sosial berbasis ras seperti kasus Poso, Ambon, Aceh, Papua, serta lepasnya Timor Timur dari Indonesia, bermunculannya ormas-ormas yang menegaskan identitas kultural, serta banyaknya ideologi alternatif yang kerap bertentangan dengan ideologi bangsa.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Pendidikan DemokrasiPendidikan demokrasi adalah untuk melahirkan budaya demokrasi baru dalam kerangka untuk mewujudkan tatanan demokrasi yang ideal. Demokrasi tidak sekedar dari rakyat, oleh rakyat untuk rakyat atau keterlibatan langsung rakyat dalam mengambil keputusan politik, namun lebih dari itu. Demokrasi di dalamnya menyangkut kondisi yang kondusif untuk mensosialisasikan pendidikan nilainilai yang menjadi harapan dan dambaan. Oleh karena itu demokrasi tidak hanya merujuk pada kondisi realitas tatanan atau sistem yang sudah ada, pendidikan demokrasi harus mampu melakukan inovasi-inovasi yang baru untuk kemajuan demokrasi. Pendidikan demokrasi pada hakekatnya membimbing peserta didik agar semakin dewasa dalam berdemokrasi dengan cara mensosialisasikan nilai-nilai demokrasi, agar perilakunya mencerminkan kehidupan yang Pendidik dalam Demokrasi Pendidikan demokras. Sebagai konsep berbicara mengenai arti, makna dan sikap perilaku yang tergolong demokratis, sedang sebagai praksis sesungguhnya demokrasi sudah menjadi sistem. Sebagai suatu sistem kinerja demokrasi terikat suatu peraturan main tertentu, apabila dalam sistem itu ada orang yang tidak mentaati aturan main yang telah disepakati bersama, maka aktiviatas itu akan merusak demokrasi dan menjadi anti demokrasi. Tugas seorang pendidik adalah mensosialisasikan dua tataran tersebut dalam konsep dan fraksisnya, sehingga peserta didik memahami dan ikut terlibat dalam kehidupan demokrasi. Dalam mensosialisasikan nilai demokrasi perlu adanya komitment para elit politik, tokoh masyarakat, guru, stake holders pendidikan demokrasi, dan seluruh mensosialisasikan nilai-nilai demokrasi pemimpin formal dan non formal bertanggung jawab untuk mewujudkan kehidupan demokrasi baik ranah organisasi negara state, organisasi masyarakat civil state, ranah istitusi dunia usaha market institution.Semua pejabat negara, pejabat pemerintah mempunyai tanggung jawab menjadikan jabatannya sebagai media pembelajaran pendidikan demokrasi. Dalam mensosialisasikan nilai-nilai demokrasi diperlukan pendekar, pejuang demokrasi seperti Gandhi, Mandela, Martin Luther King, Jr. yang tidak pernah gentar, putus asa atau frustasi meskipun rintangan, halangan, lingkungan tidak kondusif, dan penjara Civil Sosiety dalam Demokrasi Civil Society atau masyarakat sipil dalam bahasan ilmu sosial dimaknai sebagai konsep yang berkaitan dan dipertentangkan dengan "masyarakt politik" yang secara umum dipahami sebagai negara. Konsep ini pertama kali timbul di Erapa Barat pada jaman Enlightment. Konsep masyarakat sipil dapat dilacak pemikiran tokoh humaniora seperti Hobbes, Locke, Montesquie, Roousseau. Civil Society dipahami sebagai kawasan privat yang dipertentangkan dengan kawasan publik. Pemikiran ini mengubah wacana civil society sebagai diskurs pemikiran kristis terhadap kapitalisme. Civil sosiety adalah masyarakat dimana hak dan kewajiban dihargai dan dijunjung tinggi, sehingga tercipta masyarakat yang damai, adil dan berbudaya. Ciri-Ciri Civil Sosiety sebagai berikut Mengakui keanekaragaman budaya yang merupakan pengembangan identitas bangsaPentingnya saling pengertian antar sesama anggota masyarakat dan memiliki tolerasni yang tinggi. 1 2 Lihat Humaniora Selengkapnya
Budayademokrasi dapat menghindari tindak sewenang-wenang terhadap warganegara karena Negara demokrasi mengakui supremasi hukum. Negara dengan praktik pemerintahan yang dipilih oleh rakyat. Dulu, tidak sedikit penguasa yang cenderung bertindak otoriter, diktator, membatasi partisipasi masyarakat atau rakyat dan lain-lain karena para pengusahaKompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Pendidikan adalah sebuah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalaam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan dengan melalui proses, cara, perbuatan mendidik. Pada dasarnya setiap orang harus memiliki pendidikan apapun itu berdasarkan kemampuan dan minat dari masing masing seseorang karena pendidikan merupakan hal terpenting bagi seseorang untuk berkembang dalam lingkungan kehidupannya dan lingkup bernegara. Pemerintahan Di Indonesia menyelenggarakan program wajib sekolah yakni 9 tahun. Bukan hanya berlaku pada pendidikan formal dalam sekolah maupun universitas, pendidikan juga sebaiknya terlaksana sejak dini. Pada usia dini merupakan titik sentral untuk membangun pondas dasar kepribadian anak, demi menjadi manusia yang beradab di masa yang akan datang. Selain itu, pentingnya pendidikan usia dini juga berpengaruh terhadap kesehatan dan kebaikan fisik. Pendidikan juga berpengaruh terhadap pembentukan pola pikir dan pengelolaan mental seseorang. Oleh karena itu, setiap warga negara dikatakan berhak untuk mendapatkan kelayakan dalam pendidikannya dengan setara. Tujuan adanya pendidikan nasional adalah untuk mengembangkan sumber daya manusia serta mencerdaskan kehidupan setiap warga negaranya. Berdasarkan UU Nomor 20 Tahun 2003 tujuan pendidikan nasional di Indonesia adalah "Mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta tanggung jawab. Adanya pendidikan nasional dapat menjadikan setiap warga negara Indonesia sebagai pribadi yang tidak hanya berwawasan luas namun juga memiliki sikap yang berakhlak dan berbudi pekerti luhur sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Demokrasi berasal dari kata demos atau rakyat dan kratos yang berarti kekuatan. Jadi demokratis artinya kekuatan rakyat. Demokrasi berarti dimana satu pemerintahan rakyatlah yang mempunyai peran untuk menentukan. Sedangkan pendidikan demokrasi merupakan pengembangan keterampilan intelektual, keterampilan pribadi dan sosial. Melalui pendidikan demokrasi ini peserta didik akan belajar untuk berkembang agar menjadi dewasa dan berdemokrasi dengan cara melakukan penerapan nilai-nilai demokrasi agar berjalan dengan baik dan semestinya. Selain itu pendidikan deomrasi juga bertujuan untuk mempersiapkan agar warga Indonesia dapat tumbuh dan berkembang untuk dapat berpikir kritis dan berpikir secaca demokratis. Hubungan antara pendidikan warga negara dan terciptanya demokrasi yang baik dalam suatu negara sangat berpengaruh. pendidikan merupakan sarana untuk perubahan budaya masarakat. Tanpa adanya pendidikan masyarakat tidak mungkin dapat merubah budaya dan negaranya menjadi lebih demokrasi ini dapat membantu masyarakat untuk dapat berpikir kritis. Melalui pemikiran yang demokrasi tersebut masyarakat dapat membangu Negara Indonesia menjadi lebih baik, hal tersebut dapat berjalan apabila pemerintahannya juga berjalan dengan sistem demokrasi yang bersih dan dapat dipercaya. Dengan demikian, pendidikan demokrasi sangat diperlukan bahkan sedini mungkin. Tidak hanya melalui lingkungan sekolah namun juga lingkup keluarga dan sekitarnya. Lihat Kebijakan Selengkapnya Hasilpenelitian LSI 2019 cukup memberikan sedikit angin segar karena jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, nasionalisme masyarakat mengalami kenaikan. Sebesar 66,4 persen warga yang masih mengidentifikasi diri sebagai bagian dari bangsa Indonesia, 19,1 persen warga mengidentifikasi diri sebagai kelompok penganut agama tertentu, dan