Berdasarkanpaparan di atas menunjukan bahwa pendidikan demokratis merupakan tuntutan untuk terwujudnya masyarakat yang bebas berpikir dan berkreasi. Oleh karena itu prinsip-prinsip demokrasi seperti kebebasan politik, kebebasan intelektual dan kebebasan untuk berbeda pendapat merupakan prinsip yang harus dilaksanakan pada kehidupan
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Demokrasi adalah sistem pemerintahan yang menjadi pandangan hidup hak dan kewajiban warga negara. Demokrasi ini dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat. Salah satu tonggak adalah pemilu. Pemilu diselenggarakan untuk meningkatkan rasa demokratis, dan membentuk pemerintahan yang kuat akan persatuan dan kesatuan, yang kompak dalam berpendapat dengan mengikuti pemilu. Dan berikut merupakan sabagai wujud penerapan tujuan Pembukaan UUD pembelajaran yang menerapkan atau mencerminkan demokrasi adalah menggunakan metode diskusi yang mana siswa akan menyampaikan pendapatnya, dan berlatih menghargai pendapat orang lain, selain itu juga dengan adanya demokrasi ini dapat mengajarkan perserta didik bahwa manusia adalah makhluk sosial yang tidak mampu berdiri sendiri, yang butuh bantuan orang lain, yang hidup secara harus memberikan apa yang ia ketahui dan apa yang ia punya supaya siswa lebih bisa berfikir maju dan harus memperlakukan adil dengan siswa satu dengan lainnya, dan guru juga mampu mencerminkan demokrasi dalam pembelajaran. Pentingnya siswa mengenal demokrasi adalah sebagai berikut Siswa dapat mengenal arti demokrasi, dan memiliki rasa menciptakan rasa cinta tanah air sejak menciptakan generasi yang mampu melindungi masyarakat dan adil akan segala mengajarkan perwujudan UUD 1945 dan mengajarkan nilai – nilai Pancasila. Dengan ini, demokrasi sangat perlu diajarkan kepada siswa tentang demokrasi. Supaya mereka paham dan mampu menerapkannya dengan baik. Dan dapat menciptakan generasi yang taat akan hukum dan adil dalam hukum, sosial, maupun budaya. Yang mampu menerapkan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Supaya jika kelak mereka menjadi seorang yang berdiri di pemerintahan, mereka dapat adil. Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Memudarnyanasionalisme di era ini juga dapat disoroti dari maraknya konflik sosial berbasis ras seperti kasus Poso, Ambon, Aceh, Papua, serta lepasnya Timor Timur dari Indonesia, bermunculannya ormas-ormas yang menegaskan identitas kultural, serta banyaknya ideologi alternatif yang kerap bertentangan dengan ideologi bangsa.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Secara etimologis istilah demokrasi berasal dari Bahasa Yunani, yaitu dari kata demos dan kratos. Demos artinya rakyat, dan kratos yang berarti sederhana demokrasi dapat diartikan pemerintahan yang dipegang oleh rakyat atau dapat juga diartikan sebagai kekuasaan tertinggi ditangan merupakan tempat siswa belajar segala sesuatu termasuk belajar demokrasi. Mempelajari demokrasi tidak hanya teori demokrasi, tetapi dengan penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Membudayakan nilai-nilai demokrasi di sekolah membutuhkan prinsip kebebasan berpendapat, kesamaan hak dan kewajiban, tumbuhnya semangat persaudaraan antara siswa dan guru. Prinsip-prinsip tersebut harus selalu menyertai pembelajaran di kelas pada mata pelajaran sekolah merupakan jembatan atau transisi bagi anak dalam rangka penanaman nilai-nilai demokrasi dalam diri seorang anak. Dalam ini sekolah merupakan pengganti orang tua dalam mendidik seorang anak. Penanaman-penanaman niliai demokrasi ini biasanya dilakukan dengan mengajarkan kepada anak tentang nilai-nilai demokrasi, misalnya melalui pembelajaran di kelas. Untuk mengaplikasikan nilai-nilai demokrasi yang telah diajarkan maka sekolah memberikan sarana kepada siswa berupa organisasi-organisasi. Organisasi ini bertujuan untuk mengajarkan kepada siswa untuk lebih bersifat demokratis, bertanggung jawab, serta menghargai sehingga diharapkan dapat berguna sebagai bekal siswa Yang nantinya akan terjun dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Sebagai seorang siswa juga harus belajar berdemokrasi dengan membiasakan hidup secara demokratis. Sekolah merupakan tempat yang tepat untuk berlatih dan mengembangkan nilai-nilai demokrasi. Budaya demokrasi dapat dilaksanakan dalam berbagai kegiatan di sekolah. Di bawah ini akan saya sebutkan penerapan demokrasi di sekolah diantaranya1. Musyawarah Kelas, musyawarah adalah suatu wujud pelaksanaan demokrasi. Musyawarah kelas dilakukan untuk membahas persoalan yang dihadapi kelas tersebut, misalnya membentuk kelompok kerja, lomba kebersihan, lomba pentas seni, dan lain-lain. Dalam mengambil sebuah keputusan diusahakan diperoleh dengan cara musyawarah Pemilihan Ketua Kelas, dapat dilakukan dengan musyawarah mufakat. Jika musyawarah mufakat tidak berhasil membuahkan keputusan bersama, biasanya dilakukan atau ditempuh dengan cara pemungutan suara/voting. Cara ini ditempuh jika terdapat lebih dari satu calon ketua kelas yang sama Pemilihan Ketua OSIS Organisasi Intra Sekolah. 4. Membuat Koperasi Sekolah, salah satu bentuh kegiatan badan usaha yang bersifat demokrasi dilingkungan sekolah adalah koperasi sekolah. Sejalan dengan semangat demokrasi, koperasi terkenal dengab semboyannya "dari anggota, oleh anggota, dan intuk anggota". Adanya koperasi sekolah dapat membantu anggota dengan menyediakan berbagai kebutuhan Menghargai Perbedaan Agama di lingkungan Menghargai Pendapat orang lain terutama kepada teman sekolah. 1 2 Lihat Humaniora Selengkapnya
Membudayakannilai-nilai demokrasi di sekolah membutuhkan prinsip kebebasan berpendapat, kesamaan hak dan kewajiban, tumbuhnya semangat persaudaraan antara siswa dan guru. Prinsip-prinsip tersebut harus selalu menyertai pembelajaran di kelas pada mata pelajaran apapun. Kehidupan sekolah merupakan jembatan atau transisi bagi anak dalam rangka
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Indonesia merupakan negara demokrasi yang mana pemerintahannya dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat. Demokrasi di Indonesia sendiri merupakan demokrasi secara konstitusional dikarenakan rumusan nilai dan normanya ada di dalam UUD 1945 dan sesuai aturan hukum yang berlaku. Di Indonesia pelaksanaan Demokrasi mengalami pergantian mulai dari Demokrasi Liberal 1950-1959, Demokrasi Terpimpin 1959-1965, Demokrasi Pancasila pada masa orde baru 1966-1988, dan Demokrasi Era Reformasi yang hingga kini masih digunakan sejak tahun 1988. Dilihat dari demokrasi mengalami beberapa kali pergantian menunjukkan bahwa demokrasi itu bukanlah sesuatu yang turun temurun/ diwariskan dengan sendirinya namun sebaliknya yakni demokrasi ditangkap dan dicerna melalui proses belajar. Demokrasi di Indonesia saat ini belum berjalan secara efektif dan sesuai harapan. Contohnya masih banyak korupsi yang merajalela di kalangan pejabat negara, kasus pelanggaran HAM yang belum teratasi dengan baik, penegakan hukum yang masih lambat dalam mengatasi masalah, masyarakat yang mengalami kekerasan oleh aparat, dll. Agar dapat mengatasi contoh masalah di atas, pendidikan demokrasi sangat diperlukan bagi generasi muda penerus bangsa. Dengan adanya pendidikan demokrasi diharapkan generasi muda mampu berperilaku dan bertindak demokratis, memberikan jalan keluar dari beragam masalah mengenai bangsa dan negara, serta memperlihatkan keaktifan generasi muda dalam berpartisipasi secara nyata demi terlaksananya demokrasi yang sesuai dengan apa yang Demokrasi bertujuan membimbing serta mengarahkan generasi muda supaya pola pikir mengenai demokrasi mampu terbina dengan baik, dimana pendidikan demokrasi di dalamnya memuat sosialisasi akan nilai-nilai demokrasi agar dapat diterima dan dijalankan oleh warga negara. Nilai-nilai demokrasi dapat berupa sikap toleransi antarsesama, kerjasama, kebebasan berpendapat, Menghormati orang lain, dll. Ada dua hal yang ditekankan dalam pendidikan demokrasi yakni demokrasi sebagai konsep yang makna serta sikap perilaku tergolong demokratis, dan yang kedua adalah demokrasi sebagai praksis atau sebagai suatu sistem kinerja demokrasi terikat dengan suatu peraturan tertentu. Luaran yang diharapkan dari adanya pendidikan demokrasi yaitu generasi muda mampu mengetahui tentang demokrasi itu sendiri, kemudian ikut serta dalam melakukan demokrasi, dan membangun demokrasi. Yang lebih penting yaitu dalam pendidikan demokrasi harus bisa berinovasi untuk kemajuan demokrasi di Indonesia serta dalam perencanaannya harus dilakukan dengan matang supaya mendapatkan luaran yang diharapkan. Pendidikan Demokrasi bagi generasi muda di Indonesia sangat penting karena dengan adanya pendidikan demokrasi bisa menjadi salah satu cara untuk mencetak generasi muda yang cerdas, solutif, dan memiliki tanggung jawab sebagai warga negara yang baik dalam membangun demokrasi. Tujuan Nasional juga mampu tercapai jika sosialisasi nilai-nilai demokrasi dalam pendidikan demokrasi tersampaikan dengan baik dan sesuai dengan yang direncanakan. Generasi muda yang mendapatkan pendidikan demokrasi mampu memahami serta menyelesaikan masalah mengenai bangsa dan negara yang kemungkinan akan terjadi di masa mendatang dengan cerdas, partisipatif, dan bertanggung jawab. Jadi, pendidikan demokrasi sangat penting bagi generasi muda saat ini dalam menghadapi masalah-masalah demokrasi di masa yang akan datang. Lihat Ruang Kelas Selengkapnya Berdasarkanpendapat di atas menunjukan bahwa pendidikan demokrasi merupakan tuntutan untuk terwujudnya masyarakat madani. Oleh karena itu prinsip-prinsip demokrasi seperti kebebasan politik, kebebasan intelektual dan kebebasan untuk berbeda pendapat merupakan prinsip yang harus dilaksanakan pada kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Pendidikan DemokrasiPendidikan demokrasi adalah untuk melahirkan budaya demokrasi baru dalam kerangka untuk mewujudkan tatanan demokrasi yang ideal. Demokrasi tidak sekedar dari rakyat, oleh rakyat untuk rakyat atau keterlibatan langsung rakyat dalam mengambil keputusan politik, namun lebih dari itu. Demokrasi di dalamnya menyangkut kondisi yang kondusif untuk mensosialisasikan pendidikan nilainilai yang menjadi harapan dan dambaan. Oleh karena itu demokrasi tidak hanya merujuk pada kondisi realitas tatanan atau sistem yang sudah ada, pendidikan demokrasi harus mampu melakukan inovasi-inovasi yang baru untuk kemajuan demokrasi. Pendidikan demokrasi pada hakekatnya membimbing peserta didik agar semakin dewasa dalam berdemokrasi dengan cara mensosialisasikan nilai-nilai demokrasi, agar perilakunya mencerminkan kehidupan yang Pendidik dalam Demokrasi Pendidikan demokras. Sebagai konsep berbicara mengenai arti, makna dan sikap perilaku yang tergolong demokratis, sedang sebagai praksis sesungguhnya demokrasi sudah menjadi sistem. Sebagai suatu sistem kinerja demokrasi terikat suatu peraturan main tertentu, apabila dalam sistem itu ada orang yang tidak mentaati aturan main yang telah disepakati bersama, maka aktiviatas itu akan merusak demokrasi dan menjadi anti demokrasi. Tugas seorang pendidik adalah mensosialisasikan dua tataran tersebut dalam konsep dan fraksisnya, sehingga peserta didik memahami dan ikut terlibat dalam kehidupan demokrasi. Dalam mensosialisasikan nilai demokrasi perlu adanya komitment para elit politik, tokoh masyarakat, guru, stake holders pendidikan demokrasi, dan seluruh mensosialisasikan nilai-nilai demokrasi pemimpin formal dan non formal bertanggung jawab untuk mewujudkan kehidupan demokrasi baik ranah organisasi negara state, organisasi masyarakat civil state, ranah istitusi dunia usaha market institution.Semua pejabat negara, pejabat pemerintah mempunyai tanggung jawab menjadikan jabatannya sebagai media pembelajaran pendidikan demokrasi. Dalam mensosialisasikan nilai-nilai demokrasi diperlukan pendekar, pejuang demokrasi seperti Gandhi, Mandela, Martin Luther King, Jr. yang tidak pernah gentar, putus asa atau frustasi meskipun rintangan, halangan, lingkungan tidak kondusif, dan penjara Civil Sosiety dalam Demokrasi Civil Society atau masyarakat sipil dalam bahasan ilmu sosial dimaknai sebagai konsep yang berkaitan dan dipertentangkan dengan "masyarakt politik" yang secara umum dipahami sebagai negara. Konsep ini pertama kali timbul di Erapa Barat pada jaman Enlightment. Konsep masyarakat sipil dapat dilacak pemikiran tokoh humaniora seperti Hobbes, Locke, Montesquie, Roousseau. Civil Society dipahami sebagai kawasan privat yang dipertentangkan dengan kawasan publik. Pemikiran ini mengubah wacana civil society sebagai diskurs pemikiran kristis terhadap kapitalisme. Civil sosiety adalah masyarakat dimana hak dan kewajiban dihargai dan dijunjung tinggi, sehingga tercipta masyarakat yang damai, adil dan berbudaya. Ciri-Ciri Civil Sosiety sebagai berikut Mengakui keanekaragaman budaya yang merupakan pengembangan identitas bangsaPentingnya saling pengertian antar sesama anggota masyarakat dan memiliki tolerasni yang tinggi. 1 2 Lihat Humaniora Selengkapnya

15 Konstitusi,Demokrasi,dan Budaya Politik 3-15 1945 (sekali lagi, sebelum amandemen), DPR memang tidak dapat menjatuhkan Presiden. Akan tetapi DPR dapat mengundang MPR untuk melakukan Sidang Istimewa meminta pertanggungjawaban Presiden yang bisa berakibat jatuhnya seorang presiden sebelum habis masa jabatannya.
Budaya demokrasi tidak bisa dibentuk dengan instan, melainkan harus ditanamkan sejak dini di bangku sekolah. Internal Selasa, 15 Januari 2019 1300 WIB Editor Heru Guntoro Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah Yogyakarta, - Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah mengatakan budaya demokrasi tidak bisa dibentuk dengan instan, melainkan harus ditanamkan sejak dini di bangku sekolah. Basarah memandang penting dimasukkannya kurikulum pendidikan demokrasi ke dalam mata pelajaran di sekolah. Baca Ini Pernyataan Resmi Basarah Terkait Gugatan Partai Berkarya Selain itu, cara lainnya yang juga bisa dengan mengoptimalkan peran organisasi ekstra sekolah sebagai wahana pendidikan penerapan budaya demokrasi substansial. "Sebut saja organisasi ekstra sekolah seperti GSNI Gerakan Siswa Nasional Indonesia. Lewat GSNI segenap siswa digembleng untuk saling menghargai dan menghormati puspa ragam perbedaan, juga diajari untuk mendengar dan menghormati pendapat orang lain," kata Basarah dalam keterangan tertulis, Selasa 15/1. Hal tersebut disampaikan Basarah saat memberikan materi Sosialiasi 4 Pilar MPR RI bertajuk "Membangun Watak dan Karakter Kebangsaan Indonesia", bekerja sama dengan GNSI di Balai PMD, Kalasan, Daerah Istimewa Yogyakarta DIY, Senin 14/1. Menurut Basarah, melalui organisasi ekstra sekolah siswa juga didorong mengedepankan musyawarah-mufakat dalam mengambil keputusan, dan menerapkan kultur demokrasi substantif dalam kehidupan sehari-hari. Hal itulah yang disebut dengan demokrasi substansial yang diajarkan sejak dini. Basarah menjelaskan internalisasi budaya demokrasi substansial dalam diri remaja sifatnya mendesak. Setidaknya ada dua hal yang menjadi latar belakangnya. Pertama, kenyataan menunjukkan penerapan demokrasi di Indonesia selama ini baru sebatas demokrasi prosedural saja. Akibatnya, demokrasi hanya dipahami sebatas saat berlangsungnya kontestasi elektoral dalam memilih pemimpin saja. Sedangkan alasan kedua adalah soal karakteristik remaja. Menurut pakar psikologi/kejiwaan Elisabeth Hurlock dalam bukunya Development Psychology, salah satu ciri remaja yang paling menonjol adalah ketidakseimbangan emosial dan pencarian terhadap identitas diri. "Jadi remaja ini punya rasa penasaran yang tinggi. Kondisi semacam inilah yang cukup rawan. Jika tidak memiliki bekal ilmu dan agama yang kuat, bukan mustahil remaja akan jatuh atau terjerat dengan ideologi-ideologi asing yang belum tentu cocok dengan kepribadian bangsa Indonesia," kata Ketua Umum DPP PA GMNI tersebut. Basarah melajutkan, tidak jarang dalam praktiknya penyebaran ideologi-ideologi transnasional tersebut pun menggunakan kecanggihan teknologi informasi. Maka ia pun menegaskan pentingnya remaja dan pemuda dijaga dan dirawat karena merupakan aset bangsa Indonesia. Jadi, tidak mengherankan apabila banyak tokoh-tokoh besar yang memberikan atensi besar kepada pemuda. Misalnya Ulama Mesir tersohor Syeikh Yusuf Al-Qardhawi yang menyebut "Jika ingin melihat suatu bangsa di masa depan, maka lihatlah pemudanya di hari ini". Dan Bung Karno pun pernah berpidato dengan nada yang sangat optimis tentang pemuda dengan menyatakan "Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia". Baca Jadi Dosen Tetap Unisma, Basarah Isi Kuliah Empat Pilar Basarah menegaskan pemudalah yang menjadi ujung tombak sekaligus duta-duta yang aktif dalam mengampanyekan nilai-nilai toleransi, kerukunan sosial dan persaudaran sebagai karakter bangsa Indonesia. Dan disinilah pentingnya kesadaran pemuda bahwa perbedaan dalam demokrasi adalah sebuah keniscayaan. "Lawan berkompetisi adalah teman berdemokrasi dan lawan berdebat adalah temen berfikir. Ke depan harapan kita semua demokrasi substantif terus berkembang," ujar Wasekjen DPP PDI Perjuangan itu.
Budayademokrasi dapat menghindari tindak sewenang-wenang terhadap warganegara karena Negara demokrasi mengakui supremasi hukum. Negara dengan praktik pemerintahan yang dipilih oleh rakyat. Dulu, tidak sedikit penguasa yang cenderung bertindak otoriter, diktator, membatasi partisipasi masyarakat atau rakyat dan lain-lain karena para pengusaha
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Pendidikan adalah sebuah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalaam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan dengan melalui proses, cara, perbuatan mendidik. Pada dasarnya setiap orang harus memiliki pendidikan apapun itu berdasarkan kemampuan dan minat dari masing masing seseorang karena pendidikan merupakan hal terpenting bagi seseorang untuk berkembang dalam lingkungan kehidupannya dan lingkup bernegara. Pemerintahan Di Indonesia menyelenggarakan program wajib sekolah yakni 9 tahun. Bukan hanya berlaku pada pendidikan formal dalam sekolah maupun universitas, pendidikan juga sebaiknya terlaksana sejak dini. Pada usia dini merupakan titik sentral untuk membangun pondas dasar kepribadian anak, demi menjadi manusia yang beradab di masa yang akan datang. Selain itu, pentingnya pendidikan usia dini juga berpengaruh terhadap kesehatan dan kebaikan fisik. Pendidikan juga berpengaruh terhadap pembentukan pola pikir dan pengelolaan mental seseorang. Oleh karena itu, setiap warga negara dikatakan berhak untuk mendapatkan kelayakan dalam pendidikannya dengan setara. Tujuan adanya pendidikan nasional adalah untuk mengembangkan sumber daya manusia serta mencerdaskan kehidupan setiap warga negaranya. Berdasarkan UU Nomor 20 Tahun 2003 tujuan pendidikan nasional di Indonesia adalah "Mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta tanggung jawab. Adanya pendidikan nasional dapat menjadikan setiap warga negara Indonesia sebagai pribadi yang tidak hanya berwawasan luas namun juga memiliki sikap yang berakhlak dan berbudi pekerti luhur sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Demokrasi berasal dari kata demos atau rakyat dan kratos yang berarti kekuatan. Jadi demokratis artinya kekuatan rakyat. Demokrasi berarti dimana satu pemerintahan rakyatlah yang mempunyai peran untuk menentukan. Sedangkan pendidikan demokrasi merupakan pengembangan keterampilan intelektual, keterampilan pribadi dan sosial. Melalui pendidikan demokrasi ini peserta didik akan belajar untuk berkembang agar menjadi dewasa dan berdemokrasi dengan cara melakukan penerapan nilai-nilai demokrasi agar berjalan dengan baik dan semestinya. Selain itu pendidikan deomrasi juga bertujuan untuk mempersiapkan agar warga Indonesia dapat tumbuh dan berkembang untuk dapat berpikir kritis dan berpikir secaca demokratis. Hubungan antara pendidikan warga negara dan terciptanya demokrasi yang baik dalam suatu negara sangat berpengaruh. pendidikan merupakan sarana untuk perubahan budaya masarakat. Tanpa adanya pendidikan masyarakat tidak mungkin dapat merubah budaya dan negaranya menjadi lebih demokrasi ini dapat membantu masyarakat untuk dapat berpikir kritis. Melalui pemikiran yang demokrasi tersebut masyarakat dapat membangu Negara Indonesia menjadi lebih baik, hal tersebut dapat berjalan apabila pemerintahannya juga berjalan dengan sistem demokrasi yang bersih dan dapat dipercaya. Dengan demikian, pendidikan demokrasi sangat diperlukan bahkan sedini mungkin. Tidak hanya melalui lingkungan sekolah namun juga lingkup keluarga dan sekitarnya. Lihat Kebijakan Selengkapnya Hasilpenelitian LSI 2019 cukup memberikan sedikit angin segar karena jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, nasionalisme masyarakat mengalami kenaikan. Sebesar 66,4 persen warga yang masih mengidentifikasi diri sebagai bagian dari bangsa Indonesia, 19,1 persen warga mengidentifikasi diri sebagai kelompok penganut agama tertentu, dan
Mengembangkan Sikap Demokrasi Mengembangkan Sikap Demokrasi Dalam rangka mengoptimalkan perilaku budaya demokrasi maka sebagai generasi penerus yang akan mempertahankan negara demokrasi, perlu mendemonstrasikan bagaimana peran serta kita dalam pelaksanaan pesta demokrasi. Prinsip-prinsip yang patut kita demonstrasikan dalam kehidupan berdemokrasi, antara lain sebagai berikut a. Membiasakan untuk berbuat sesuai dengan aturan main atau hukum yang berlaku. b. Membiasakan bertindak secara demokratis bukan otokrasi atau tirani. c. Membiasakan untuk menyelesaikan persoalan dengan musyawarah. d. Membiasakan mengadakan perubahan secara damai tidak dengan kekerasan atau anarkis. e. Membiasakan untuk memilih pemimpin melalui cara-cara yang demokratis. f. Selalu menggunakan akal sehat dan hati nurani luhur dalam musyawarah. g. Selalu mempertanggungjawabkan hasil keputusan musyawarah baik kepada Tuhan, masyarakat, bangsa, dan negara. h. Menggunaka kebebasan dengan penuh tanggung jawab. i. Membiasakan memberikan kritik yang bersifat membangun. Perilaku Budaya Demokrasi dalam Lingkungan Keluarga a. Lingkungan Keluarga 1 Membiasakan diri untuk menempatkan anggota keluarga sesuai dengan kedudukannya. 2 Membiasakan mengatasi dan memecahkan masalah dengan jalan musyawarah mufakat. 3 Saling menghargai perbedaan pendapat masing-masing anggota keluarga. 4 Mendahulukan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi. b. Lingkungan Sekolah 1 Berusaha selalu berkomunikasi individual. 2 Ikut serta dalam kegiatan politik di sekolah seperti pemilihan ketua OSIS, ketua kelas, maupun kegiatan yang lain yang relevan. 3 Berani mengajukan petisi saran/usul. 4 Berani menulis artikel, pendapat, opini di majalah dinding. 5 Selalu mengikuti jenis pertemuan yang diselenggarakan OSIS. 6 Berani mengadakan kegiatan yang merupakan realisasi dari program OSIS dan sebagainya. c. Lingkungan masyarakat 1 Bersama-sama menjaga kedamaian masyarakat. 2 Berusaha mengatasi masalah yang timbul dengan pemikiran yang jernih. 3 Mengikuti kegiatan rembug desa. 4 Mengikuti kegiatan kerja bakti. 5 Bersama-sama memberikan ususlan demi kemajuan masyarakat. Ada beberapa contoh perilaku yang dapat mendukung tegaknya prinsip-prinsip demokrasi, antara lain sebagai berikut a. Menghindarkan perbuatan otoriter. b. Melaksanakan amanat rakyat. c. Melaksanakan hak tanpa merugikan orang lain. d. Mengembangkan toleransi antarumat beragama. e. Menghormati pendapat orang lain. f. Senang ikut serta dalam kegiatan organisasi misalnya OSIS, Pramuka, PMR dan sebagainya. g. Menentukan pemimpin dengan jalan damai melalui perbedaan pendapat.
Jakarta-. Demokrasi merupakan sistem pemerintahan yang menitikberatkan pada kedaulatan rakyat. Sistem ini terbagi ke dalam 8 macam berdasarkan penyaluran kehendak, prinsip ideologi, dan tujuannya. Istilah demokrasi berasal dari bahasa Yunani, dari kata demos dan kratos. Demos artinya rakyat dan kratos adalah pemerintahan. Implikasidapat dirumuskan berdasarkan temuan-temuan penelitian yang merupakan konsekuensi untuk mencapai kondisi ideal dalam pelaksanaan budaya demokrasi pada organisasi siswa .
  • 027gxaw1pl.pages.dev/204
  • 027gxaw1pl.pages.dev/476
  • 027gxaw1pl.pages.dev/283
  • 027gxaw1pl.pages.dev/302
  • 027gxaw1pl.pages.dev/295
  • 027gxaw1pl.pages.dev/408
  • 027gxaw1pl.pages.dev/266
  • 027gxaw1pl.pages.dev/282
  • jelaskan mengapa siswa sma perlu mengembangkan budaya politik demokrasi