Perilakusaling membantu atau gotong royong antarwarga masyarakat merupakan potensi yang dapat dikembangkan sebagai kekuatan berproduksi dan membangun desa atas dasar kerjasama dan saling pengertian. Pasar dan pertokoan merupakan salah satu pusat aktivitas penduduk di perkotaan. Pasar dan pertokoan di kota-kota besar masuk dalam wilayah
Mapel PPKnKategori PancasilaKata kunci Pengamalan PancasilaPembahasan aktivitas gotong royong antar masyarakat desa dan masyarakat kota dapat kita bedakan diantaranya1. Masyarakat kota lebih cenderung gotong royong mengenai kehidupan sosial dalam kewirausahaan. sedangkan di desa, lebih cenderung mengarah pada sistem nilai sosial adat istiadatsemangat belajarnya kawan Kalo masyarakat desa masih menggunakan alat tradisional, kalo masyarakat kota menggunakan alat modern
BulanBaktiGotong Royong Masyarakat XV dan HKG PKK Ke-46 Tahun 2018 secara resmi ditutuppada Rabu (09/05/2018). Di Kecamatan Galur agenda BBGRM XV dan HKG PKK Ke-46Tahun 2018 meliputi penilaian lomba paduan suara PKK di Desa Karangsewu,penilaian Posyandu di Pedukuhan IV Nepi Desa Kranggan, penilaian Pola Asuh Anak danRemaja di Desa Karangsewu, penilaian Desa Siaga Di Desa Kranggan

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Penduduk Indonesia dikenal sebagai penduduk yang ramah di mata bangsa lain. Di samping itu juga, Indonesia terkenal dengan budaya gotong royong, khususnya di pedesaan. Budaya gotong royong sangat kental dengan masyarakat desa. Gotong royong solidaritas sosial merupakan bentuk kepedulian atau keprihatinan seseorang terhadap orang lain, sehingga ia rela memberikan waktu, tenaga atau pikirannya untuk orang lain. Budaya inilah yang masih dipegang oleh masyarakat desa di Indonesia pada umumnya. Sebagai contoh, di desa tempat saya berasal Bumi Pajo, Donggo-Bima.Biasanya, ketika ada salah satu tetangga yang sedang membuat/membangun rumah sebagai tempat tinggal, pasti tetangga-tetangga di sekitarnya tidak tinggal diam. Mereka berbondong-bondong datang untuk membantu mulai dari anak-anak sampai orang tua. Mereka akan membantu dan tidak mengharapkan upah sama sekali. Singkatnya, jika terdapat suatu kegiatan yang diadakan oleh si A misalnya, yang lainnya turut serta untuk membantunya. Entah itu membantu dengan materi, pikiran, maupun tenaganya. Sungguh, mulia hati mereka. Mau membantu dan berbagi antar lain, ketika ingin membangun/merenovasi tempat ibadah. Yang terlihat adalah semangat mereka untuk bekerja sangat luar biasa. Mulai dari anak-anak sampai orang tua semuanya pasti ikut terlibat. Bahkan, yang membuat saya bangga terhadap kebiasaan masyarakat desa adalah para perempuan juga ikut andil. Remaja putri dan ibu-ibu, biasanya menyediakan makanan untuk para lelaki yang bekerja tersebut. Namun, ada juga yang membantu mengangkut pasir, batu bata, dan bahan materil lainnnya. Dengan adanya budaya gotong royong ini, maka hubungan persaudaraan dan kekeluargaan di antara mereka pun semakin terjalin harmonis. Saya membayangkan, bagaimana seandainya kebiasaan-kebiasaan tersebut dilakukan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Tak terkecuali masyarakat kota karena memang budaya gotong royong di masyarakat kota sekarang kelihatannya sudah mulai luntur. Sungguh indah dan bahagia rasanya. Jika hal demikian bisa direalisasikan dan menjadi kebiasaan, maka bisa jadi gejala-gejala, seperti kekerasan, sikap apatis acuh tak acuh, siapa lho siapa gue, dan lainnya bisa diminimalisir bahkan mungkin tidak ada. Dalam ajaran Islam bahwa sikap seperti ini, sebenarnya telah dianjurkan. Islam mengajarkan, agar setiap manusia untuk saling tolong-menolong dalam hal kebaikan. Hal demikian, jelas sekali diterangkan dalam Surat Al-Maidah, ayat 2, sebagai berikut "Dan tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa, dan janganlah tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran." Sungguh ajaran yang secara pribadi, saya berharap semoga desa mampu menjadi penjaga pilar kejayaan Pancasila dengan tetap menjaga semangat kegotong-royongan di dalam kehidupan bermasyarakatan yang sekarang sudah masuk era a' Gunawan Lihat Humaniora Selengkapnya

1 Jiwa Gotong Royong. Perilaku sosial Masyarakat desa masih menerapkan aktivitas gotong royong dalam hal apapun yang ada di desa tersebut. 2. Konflik dan Persaingan. Menurut ahli antropologi, konflik dan persaingan ini lebih banyak terjadi masyarakat-masyarakat kecil, yang dalam hal ini adalah pedesaan. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Indonnesia merupakan suatu negara yang mempunyai beragam budaya dimana salah setu budaya di indonesia yaitu budaya gotong royong. Budaya gotong royong adalah suatu usaha atau pekerjaan yang dilakukan tanpa pamrih dan secara sukarela oleh beberapa manusia menurut batas kemampuannya masing-masing, dan juga merupakan salah satu budaya bangsa yang membuat indonesia di puji oleh bangsa lain karena budayanya yang unik dan penuh toleransi antar sesama. Ini merupakan salah satu faktor yang membuat indonesia bisa bersatu dari sabang sampai merauke, walaupun berbeda agama, suku dan warna kulit. Ciri khas bangsa Indonesia salah satunya adalah gotong royong, kita mengetahui bahwa modernisasi dan globalisasi melahirkan corak yang komplek hal ini seharusnya jangan sampai membuat bangsa Indonesia kehilangan kepribadiannya sebagai bangsa yang kaya akan unsur budaya. shahrir, 2011Melihat pekembangan masyarakat yang kita ketahui saat ini terutama di daerah perkotaan bahwasannya budaya gotong royong sudah mulai menghilang dan bahkan hampir tidak kita temui lagi di era globalisasi saat ini. Globalisasi budaya merupakan penyebaran gagasan atau makna dan nilai keseluruh dunia dengan cara tertentu untuk memperluas dan mempererat hubungan sosial. Proses ini di tandai oleh konsumsi budaya bersama yang di bantu oleh internet, media budaya masyarakat, dan perjalanan luar negeri. Padahal yang kita ketahui bahwa budaya gotong royong di indonesia sangat kental dan dengan adanya gotong royong kita dapat berinteraksi dengan msyarakat dan mempercepat kegiatan. Namun kebanyakan masyarakat kota saat ini lebih mementingkan sifat individualis sehingga rasa persatuan dan kesatuan tidak tertanam. Salah satu penyebab menghilangnya budaya gotong royong di kalangan masyarakat perkotaan yaitu pengaruh faham individualis sehingga mereka lebih mementingkan individu dan bekerja sendiri dari pada bekerja bersama-sama padahal hakikatnya manusia di ciptakan sebagai makhluk sosial yang tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri tanpa bantuan orang lain. Selain itu banyak menghabiskan waktu mereka di kantor yang jam kerjanya relativ padat. Untuk mengantisipasi akan hilangnya budaya gotong royong secara permanen di kalangan masyarakat perkotaan, kita sebagai penerus bangsa harus benar-benar menyikapi arus globalisasi yang saat ini mencekik masyarakat Indonesia salah satu upaya yang harus kita lakukan adalah kita melakukan suatu sosialisasi terhadap masyarakat agar benar-benar tertanam dalam dirinya dan membuat suatu organisasi atau suatu perkumpulan yang di dalamnya tertanam nilai-nilai gotong royong. Lihat Gaya Hidup Selengkapnya
Rembang (faktahukum.co.id)- Sikap peduli kepada sesama, dan turut merasakan penderitaan sesama manusia lain dengan cara pola Gotong royong serta kepedulian kepada lingkungan, kini semakin jarang ditemui lagi ditengah masyarakat perkotaan dan pedesaan di wilayah kabupaten Rembang. Kepedulian sesama yang dulu pernah ada itu, semakin lama tergilas oleh sikap masyarakat sendiri yang cenderung
12 contoh kegiatan gotong royong di lingkungan masyarakatKerja bakti membersihkan lingkungan sekitar, disetiap RT. Saling membantu membenarkan rumah warga yang hancur akibat terkena musibah. Saling membantu membersihkan got atau selokan yang tersumbat. Bergotong royong membangun fasilitas lingkungan seperti royong membangun fasilitas yang rusak akibat royong membangun fasilitas lingkungan seperti membangun masjid. Bergotong royong membersihkan wilayah yang terkena royong melakukan penghijauan disetiap membersihkan sampah atau memilah antara organik dan anorganik untuk di daur royong membersihkan tempat ibadah. Bergotong royong membantu mencari dan merawat korban kecelakaan pesawat yg terdampar didaerahnya. Bergotong royong menyiapkan kegiatan Maulud Nabi. atau kegiatan peringatan ibadah Gotong-royongGotong royong merupakan kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama atau kerja sama bukan individu, ber gotong royong dilakukan untuk meringankan kegiatan atau pekerjaan yang dilakukan dan menambahkan rasa saling membutuhkan satu sama lain seperti halnya manusia lebih lanjut Arti penting kerjasama dalam berbagai bidang kehidupan, gotong royong, royong yang sering dilakukan, JawabanKelas 5 V SDMapel PPKnMateri Gotong Royong di Lingkungan Masyarakat SekitarKode Kategorisasi kunci arti gotong royong, kerja sama, di lingkungan
brangkalparengan.desa.id- Selasa pagi tanggal 31 Mei 2022 ,sejak jam 7.00 Kepala Desa dan perangkat desa bersiap melakukan kegiatan yang dilakuakn setahun sekali dalam sebulan penuh,yaitu Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat.Yang lokasi kegiatan ini di Embung desa dan Situs Budaya Mbah Buyut Sumur.Kali

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Indonesia sejak dulu terkenal dengan keramah tamahan penduduknya dan budaya gotong royongnya. Namun sekarang di alam globalisasi ini gotong royong pada masyarakat kota sudah perlahan-lahan hilang. Contoh kecilnya, ketika dilingkungan RT akan diadakan kegiatan gotong royong untuk membenahi musholah, bisa dipastikan bahwa yang datang pada kegiatan gotong royong ersebut hanya segelitir orang saja. Biasanya masyarakat kota akan lebih memilih untuk memberikan sumbangan berupa rokok, kopi dan sebagainya dari pada harus datang pada kegiatan gotong royong. Alasan yang biasa mereka gunakan adalah pekerjaan yang menumpuk. Padahal kegiatan gotong royong dilakukan pada hari-hari libur, seperti hari minggu. Tetapi tetap saja masyaraka kota akan leih memiih mengorbankan uang nya untuk mewakili kehadirannya dari pada harus mgorbankan sedikit saja waktunya untuk mengikuti kegiatan gotong royong tersebut. Notabene kegiatan gotong royong tersebut bukan hanya semata-mata untuk membenahi musholah tapi juga unuk memper erat hubungan antar tetangga dilingungan dengan masyarakat kota, pada masyarakat desa budaya gotong royong masih melekat, bahkan tak jarang masyarakat desa menganggap bahwa gotong royong juga merupakan suatu tadisi yang tidak bisa hilang begitu saja ditengah alam globalisasi seperti sekarang gotong royong pada masyarakat desa sangat banyak sekali, salah satunya yakn ketika salah seorang dari tetangga akan membangun rumah, maka tetangga yang lain akan melakukan kegiatan gotong royong untuk membantu tetangganya membangun rumah. Kegiatan gotong royong tersebut dilakuan oleh masyarakat desa dengan antusiasmeyang tinggi dan dengan sukarela atau tanpa adanya suatu paksaan. Hal tersebut bisa terjadi karena masyarakat desa beranggapan bahwa tetanga bukan hanya saja orang yang tinggal disekitarnya, tetapi juga merupakan saudaranya, walaupun tidak ada ikatan darah diantara mereka. Masyarakat desa tidak aka`n segan-segan untuk meluangakan waktunya bahkan sampai rela libur kerja demi untuk membantu tetangganya membangun rumah. Lihat Gaya Hidup Selengkapnya

Diunduh dari : Bukupaket.com. Download Download PDF. Full PDF Package Download Full PDF Package. This Paper. A short summary of this paper. 30 Full PDFs related to this paper. Download. PDF Pack. People also downloaded these PDFs. People also downloaded these free PDFs. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Assalammu'alaikum warohmatullahi wabarokatuhHalo teman-teman sekalian, semoga selalu dalam keadaan sehat yaa...Dalam kesempatan kali ini, penulis akan membahas terkait kegiatan sosial yang masih sangat sering dilakukan di lingkungan pedesaan dan sudah jarang ditemukan di perkotaan, apa ya kira-kira? Ya, gotong royong. Kegiatan ini dilakukan di Desa Tangsi Agung, Kecamatan Banding Agung, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Provinsi Sumatera Selatan. Gotong Royong Dewasa ini kita mengetahui bahwa banyak sekali kegiatan di lingkungan sekitar kita yang dapat dikatakan sebagai kegiatan sosial. Kegiatan sosial adalah suatu kegiatan/aktivitas yang sifatnya sosial yaitu mengedepankan nilai kepedulian dan kebersamaan serta jauh dari kata mencari keuntungan ekonomi, dilakukan secara individual ataupun kelompok. Contoh dari kegiatan sosial diantaranya seperti memberi bantuan atau donasi dana, gotong royong, kebersihan bersama, renovasi rumah ibadah, dan lain satu kegiatan sosial yang akan penulis ceritakan di sini ialah kegiatan sosial gotong royong merupakan suatu kegiatan bekerja sama atau saling menolong untuk mencapai suatu hal yang diinginkan. Gotong royong berasal dari kata dalam bahasa Jawa yakni 'gotong' yang berarti mengangkat dan 'royong' yang berarti bersama. Sebagaimana kehidupan warga di Desa Tangsi Agung, kegiatan gotong royong menjadi kegiatan sosial yang paling sering dilakukan, seperti saat membangun jalan, membuat atap rumah warga, kebersihan, dan lain-lain. Salah satu contohnya yakni di Dusun VI, warga setempat bergotong royong mengaspal jalan. Aspal yang digunakan ialah jenis aspal cair/curah, yakni aspal yang biasanya digunakan untuk melapisi jalanan semen/beton. Jalan yang diaspal ini sebelumnya merupakan jalan tanah yang sulit dilalui karena seringkali licin dan becek jika sehabis turun hujan, sehingga hal ini menjadi keresahan tersendiri bagi warga yang ingin lalu-lalang di jalan tersebut. Sebelum di aspal, jalan ini sudah terlebih dahulu di semen pada 4 hari sebelumnya. Dokpri 1 2 Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya Artinya masyarakat kota kurang memperhatikan norma-norma kemasyarakatan. Pandangan hidup masyarakat kota lebih rasional dibandingkan masyarakat desa. Hal itu karena masyarakat kota lebih terbuka dalam menerima budaya baru. Selain itu, laju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di daerah perkotaan lebih cepat diterima masyarakat. Gotong Royong adalah satu buah aktivitas sosial yg jadi ciri khas bangsa Indonesia dari jaman dahulu dikala sampai waktu ini. layaknya yg tertuang dalam pancasila adalah sila ke- 3 “Persatuan Indonesia”. Tabiat gotong royong yg sudah dipunyai Bangsa Indonesia sejak dulu disaat. Gotong royong ialah keperibadian bangsa & ialah budaya yg sudah berakar kuat dalam kehidupan penduduk. Gotong royong tumbuh dari kita sendiri, prilaku dari penduduk. Rasa kebersamaan ini muncul,dikarenakan adanya sikap sosial tidak dengan pamrih dari masing-masing individu untk menunjang beban yg sedang di Indonesia,kita sanggup menemukan sikap gotong royong ini sebab di negeri lain tak ada sikap ini karena saling acuh tidak acuh kepada lingkungan di sekitarnya. Ini yakni sikap positif yg mesti di lestarikan biar bangsa Indonesia jadi bangsa yg kokoh dan kuat di segala cuma dipedesaan dapat kita jumpai sikap gotong royong,melainkan di daerah perkotaan pula sanggup kita jumpai bersama dengan cara culture,budaya tersebut benar-benar telah di tanamkan sifat ini sejak mungil sampai dewasa. Dikarenakan ini yaitu salah satu cermin yg menciptakan Indonesia bersatu dari sabang sampai merauke, biarpun tidak sama agama, suku dan warna kulit namun kita masih jadi kesatuan yg alah satu budaya bangsa yg menciptakan Indonesia,di puja dan puji oleh bangsa lain lantaran budayanya yg unik dan penuh toleransi antar sesama manusia. Gotong royong merupakan sikap hidup, kiat kerja, & adat yg telah dikenal bangsa Indonesia dengan cara turun-temurun sejak era dulu. Dalam gotong royong, orang menyelesaikan satu buah aktivitas dengan cara bersama-sama bersama saling sharing pekerjaan & saling tolong membantu Dgn bergotong royong, tidak sedikit factor yg sudah dilakukan bangsa kita di musim dulu, mulai sejak dari mendirikan hunian, mengerjakan sawah, menunjang tetangga yg sedang berduka sampai saling bahu membahu berjuang & memproklamasikan kemerdekaan negeri. Bersama bergotong royong, seluruh pekerjaan berat dapat jadi lebih ringan. Kita hidup didunia ini bukan seseorang diri. Yang Merupakan rakyat Indonesia, kita hidup dgn orang lain yang merupakan satu bangsa. Yang Merupakan sesama, bangsa kita miliki maksud yg sama ialah memajukan bangsa ini. Buat mendapatkan maksud tersebut sehingga kita seyogianya senantiasa siap utk bekerja sama bersama semangat gotong royong. Bakal lebih tidak sedikit yg mampu kita capai jika kita laksanakan gotong royong bersama orang lain. Dengan Cara nyata, rutinitas gotong-royong sudah melembaga & mengakar kuat. Ini diwujudkan dalam bermacam macam gerakan keseharian penduduk Indonesia. Khususnya di pedesaan Jawa Barat, praktek gotong-royong, meski condong mengalami penurunan—baik dari segi pandang lingkup kegiatan ataupun jumlah orang yg terlibat—secara umum tetap meraih apresiasi positif dari masyarakat warga. Factor ini tampaknya pun dipengaruhi oleh salah satu karakteristik kusus, merupakan keeratan jalinan sosial yg dipunyai oleh penduduk Jawa. Kegiatan gotong-royong dalam beragam dimensinya memberikan implikasi semangat & value utk saling memberikan jaminan self-guarantying atas hak & kelangsungan hidup antarsesama masyarakat warga yg tetap melekat lumayan kuat di pedesaan. Perihal ini bisa juga diacu sbg salah satu taktik tradisional Sample aktivitas yg sanggup dilakukan dengan cara bergotong royong antara lain pembangunan sarana umum & membersihkan lingkungan lebih kurang. Sikap gotong royong itu selayaknya dipunyai oleh seluruhnya factor atau lapisan warga yg ada di Kota Bulukumba. Dikarenakan, dgn adanya kesadaran tiap-tiap aspek atau lapisan warga laksanakan tiap-tiap aktivitas secara bergotong royong. Dgn begitu segala sesuatu yg dapat dikerjakan akan lebih enteng & serta-merta diselesaikan & tentunya pembangunan di daerah tersebut bakal makin tidak tersendat & maju. Bukan itu saja, tapi dgn adanya kesadaran tiap-tiap factor atau lapisan penduduk dalam mengaplikasikan tingkah laku gotong royong sehingga pertalian persaudaraan atau silaturahim bakal makin erat. Di Bandingkan bersama kiat individualisme yg mementingkan diri sendiri sehingga bakal memperlambat pembangunan di satu buah daerah. Lantaran individualisme itu akan memunculkan keserakahan & kesenjangan diantara penduduk di kota tersebut. Sifat gotong royong di daerah pedesaan lebih menonjol dalam polakehidupan mereka, seperti memperbaiki & membersihkan jalan, atau membangun/ emperbaiki di daerah perkotaan gotong royong bisa dijumpai dalam aktivitas kerja bakti di RT/RW, di sekolah & bahkan di kantor-kantor, contohnya terhadap dikala memperingati hari-hari akbar nasional & keagamaan, mereka bekerja tidak dengan imbalan jasa, dikarenakan demi kebutuhan dengan. Dari sini timbullah rasa kebersamaan, kekeluargaan, tolong mempermudah maka akan terbina rasa kesatuan & persatuan Nasional. Semangat gotong royong didorong oleh a. bahwa manusia tak hidup sendiri melainkan hidup dgn dgn orang lain atau lingkungan sosial; b. terhadap dasarnya manusia itu tergantung terhadap manusia yang lain; c. manusia butuh menjaga jalinan baik bersama sesamanya; & d. manusia butuh menyesuaikan dia dgn anggota penduduk yg lain Referensi dari berbagai sumber. Sebagaimata pelajaran di sekolah, Pendidikan Kewarganegaraan dimunculkan dengan nama mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) berdasar Permendiknas 2 Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi. Menurut ketentuan tersebut Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) adalah mata pela -jaran yang memfokuskan pada pembentukan warga negara yang memahami
Manfaat gotong royong sangat berguna untuk menyelesaikan suatu pekerjaan yang harus dilakukan secara berkelompok. Gotong royong bisa diartikan sebagai rasa solidaritas dan kerja sama di tengah kehidupan masyarakat. Di Indonesia istilah gotong royong sudah dikenal sejak dulu. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, kata gotong royong memiliki arti bekerja bersama-sama atau saling tolong-menolong. Contoh dan manfaat gotong royong bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, di sebuah desa tertentu umumnya akan ada kerja bakti yang melibatkan sekelompok warga tanpa memikirkan imbalan sedikitpun. Mereka dengan sukarela bekerjasama membersihkan kawasan tempat tinggalnya beramai-ramai sampai daerah itu bersih. Kata gotong royong memang sangat lekat dengan kehidupan masyarakat pedesaan. Ini memang wajar, karena orang yang tinggal di desa masih memiliki rasa solidaritas dan kekeluargaan yang cukup tinggi. Akan tetapi, hal tersebut bukan berarti mengesampingkan masyarakat perkotaan. Sebab, hingga kini semangat gotong royong masih bisa ditemukan di wilayah manapun di Indonesia. Intinya, penjelasan di atas hanyalah sebatas penilaian subjektif. Menurut buku Sosiologi Perdesaan yang diterbitkan oleh CV Pustaka Setia Bandung, dijelaskan bahwa masyarakat desa merupakan kelompok atau sebuah komunitas kecil yang dapat saja memiliki ciri-ciri aktivitas ekonomi begitu beragam, tidak di sektor pertanian saja. Kebanyakan masyarakat desa masih memegang adat dan tradisi yang diwariskan oleh leluhurnya. Sehingga kerja sama dan manfaat gotong royong, menjadi hal lumrah dilakukan oleh mereka. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang karakteristik masyarakat desa dan perkotaan, simak penjelasan lengkapnya berikut ini! Ciri-Ciri Masyarakat Desa dan Kota Menilik Tradisi Ngaseuk Ala Masyarakat Adat Suku Baduy Muhammad ZaenuddinKatadata Kata “masyarakat” dalam KBBI memiliki makna sebagai sejumlah manusia dalam arti seluas-luasnya yang terikat oleh suatu kebudayaan yang mereka anggap sama. Sedangkan kata “warga” berarti anggota dari perkumpulan, keluarga, dan sebagainya. Warga juga bisa diartikan sebagai tingkatan dalam masyarakat. Sementara itu, menurut dalam buku berjudul Otonomi Desa Merupakan Otonomi yang Asli, Bulat dan Utuh, pengertian desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai susunan asli berdasarkan hak asal-usul yang bersifat istimewa. Landasan pemikiran terkait pemerintahan desa adalah keragaman, partisipasi, otonomi asli, demokratisasi, dan pemberdayaan masyarakat. Selain desa, suatu negara memiliki daerah administratif yang disebut kota. Dalam sejumlah literatur, kota adalah suatu kawasan atau tempat berkembangnya kegiatan sosial, budaya dan ekonomi perkotaan. Kota merupakan sebuah sistem terbuka, baik secara fisik maupun sosial ekonomi. Wilayah semacam ini bersifat tidak statis dan dinamis atau bersifat sementara. Berdasarkan semua penjelasan di atas, maka bisa disimpulkan bahwa keberadaan kota dan desa serta masyarakat yang hidup di dalamnya tidak bisa dilepaskan. Semuanya memiliki keterkaitan. Meski begitu jika ditelaah lebih jauh lagi, ada sedikit hal yang membedakan antara masyarakat desa serta masyarakat pedesaan. Dikutip dari jurnal berjudul Menilik Urgensi Desa di Era Otonomi Daerah karya Agusniar Rizka Luthfia, berikut karakteristik desa dan kota, serta kehidupan masyarakat di dalamnya Karakteristik Masyarakat Desa Besarnya peranan kelompok primer. Adanya faktor geografis yang menentukan dasar pembentukan kelompok atau asosiasi. Lebih homogen. Hubungan masyarakat lebih bersifat intim dan awet. Mobilitas sosial rendah. Keluarga lebih ditekankan sebagai fungsi unit ekonomi. Populasi anak dalam proposi yang lebih besar. Karakteristik Masyarakat Perkotaan Besarnya peranan kelompok sekunder. Anonimitas merupakan ciri kehidupan masyarakatnya. Lebih heterogen. Mobilitas sosial tinggi. Tergantung pada spesialisasi. Hubungan antara individunya lebih berdasarkan pada kepentingan bukan faktor kedaerahan. Lebih banyak lembaga dan fasilitas untuk mendapatkan barang serta pelayanan. Lebih banyak mengubah lingkungan. Dari penjabaran di atas maka bisa diambil sedikit kesimpulan kalau masyarakat desa hidup dalam satu lingkungan, yang di mana mereka saling mengenal dengan baik. Selain itu, desa di Indonesia memiliki tradisi masing-masing. Misalnya ada satu forum musyawarah yang membahas berbagai macam hal, seperti gotong royong dan sebagainya. Sementara itu, ada pendapat yang mengatakan kalau desa merupakan embrio sebelum terbentuknya suatu kota. Kemudian, kota akan terus tumbuh subur hingga membentuk satu kawasan yang terikat secara kultural sampai membentuk sebuah negara. Kembali ke gotong royong, aktivitas masyarakat yang didasari atas rasa kebersamaan dan kekeluargaan ini menjadi identitas masyarakat di Indonesia. Namun begitu, seiring berkembangnya zaman hal positif ini mulai tergerus serta hilang secara perlahan. Padahal manfaat gotong royong bisa mendekatkan kehidupan satu individu dengan individu lain dan sebaliknya. Lebih lanjut, simak manfaat gotong royong di bawah ini. Contoh Penerapan dan Manfaat Gotong Royong di Kehidupan Sehari-hari TRADISI KENDURI KUBURAN DI ACEH ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/rwa. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut beberapa manfaat gotong royong yang dapat ditemukan pada kehidupan sehari-hari 1. Menimbulan Rasa Kebersamaan Manfaat gotong royong pertama adalah bisa menumbuhkan rasa kebersamaan di dalam suatu kelompok masyarakat. Contohnya seperti saat ada aktivitas pembangunan masjid. Biasanya warga akan secara sukarela membantu dan membangun tempat ibadah itu secara sukarela karena menjadi fasilitas bersama. 2. Menguatkan Persatuan Gotong royong sering diidentikan dengan sila ke-3 Pancasila yaitu Persatuan Indonesia. Ini memang wajar, lantaran saat masyarakat bergotong royong mereka akan terikat pada rasa solidaritas yang tinggi. Selain itu berkat kebersamaan yang terjalin dalam gotong royong, nantinya akan melahirkan persatuan antar anggota masyarakat. Jika sudah begini, maka mereka akan secara bersama-sama bisa menghadapi berbagai permasalahan. 3. Rela Berkorban demi Kepentingan Bersama Manfaat gotong royong berikutnya ialah memicu rasa rela berkorban. Warga yang bergotong royong secara umum akan melakukan hal apa saja secara sukarela demi kepentingan bersama. 4. Saling Tolong Menolong Manfaat gotong royong terakhir adalah terciptanya rasa solidaritas tinggi. Masyarakat yang sudah mengenal baik satu sama lain, tidak akan sungkan untuk memberikan pertolongan kepada siapa saja yang membutuhkan. Nilai positif seperti ini harus selalu dirawat serta dijaga. Itulah beberapa manfaat gotong royong yang bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai masyarakat Indonesia, kita harus terus menjaga aktivitas baik ini agar rasa persatuan tetap terjaga. Baik di tingkat kota hingga desa.
Kegiataninvestasi desa yang dilaksanakan secara partisipatif oleh masyarakat telah menumbuhkan kembali budaya dan semangat gotong royong. ekonomi dan kekuatan pelaku ekonomi di luar desa. Organisasi ekonomi masyarakat perkotaan yang sarat dengan ciri komersial berbasis industri dan jasa, dan didukung oleh sistem kelembagaan formal yang

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Gotong royong merupakan salah satu ciri khas bangsa Indonesia sebagaimana tertuang dalam Pancasila yaitu sila ke- 3 yaitu “Persatuan Indonesia”. Perilaku gotong royong telah lama dimiliki Bangsa Indonesia sejak dahulu kala. Gotong royong merupakan keperibadian bangsa dan merupakan budaya yang telah berakar kuat dalam kehidupan. Gotong royong adalah ciri dari kehidupan bangsa Indonesia yang berlaku secara turun-temurun, sehingga membentuk perilaku sosial yang nyata kemudian membentuk tata nilai kehidupan sosial. Tata nilai yang terbangun di masyarakat menyebabkan gotong-royong selalu terbina dalam kehidupan masyarakat sebagai suatu warisan budaya yang patut dilestarikan. Saya dan rekan tim saya sebagai Mahasiswa Universitas Airlangga tahun 2021 melakukan penelitian melalui sosial media, yaitu Instagram yang rentang umur pengikut media sosial 16 tahun hingga 23 tahun dan wawancara terhadap ketua RT dan RW, Karang taruna, dan masyarakat yang berada di daerah Sidoarjo, Tuban, Kediri, Surabaya, dan Jakarta mengenai keaktifan gotong royong di lingkungan tersebut. Kami menggunakan metode voting serta kuisioner pada penelitian media sosial yang dilakukan. Dari hasil voting daerah Jakarta Timur khususnya lingkup apartemen, masyarakat tidak lagi melakukan gotong royong dikarenakan adanya fasilitas apartemen yang sudah melengkapi untuk menjaga keamanan dan lingkungan apartemen. Untuk daerah Tuban khususnya Puri Tuban Indah, masih melestarikan budaya gotong royong yang rutin terjadwal. Hingga memperoleh gelar daerah terbersih ke-4 di Tuban. Karena program dari RT/RW setempat sangat bagus dengan menarik dasawisma untuk bergotong royong. Lalu Surabaya, berdasarkan wawancara ketua RW Keputih, Sukolilo masih melakukan kegiatan gotong royong dengan lebih sering saat ini membersihkan sungai karena pemukimanya banyak sungai. Kegiatan gotong royong rutin dilaksanakan setiap bulan. Melalui wawancara ketua RT daerah desa Buduran, Sidoarjo masih diadakanya gotong royong rutin satu bulan sekali. Adapun sebagian RT yang memiliki regulasi denda bagi masyarakat yang tidak mau melakukan gotong royong. Saat ini lebih sering melakukan gotong royong membersihkan lingkungan, voging, dan genangan. Selanjutnya, berdasarkan wawancara ketua RT Tertek, daerah desa Pare masih diadakanya gotong royong rutin terjadwal dengan jenis gotong royong menguburkan jenazah, kerja bakti, dan lebih sering saat ini adalah membersihkan selokan. parit. dan lingkungan sekitar. Berdasarkan hasil penelitian wawancara dan diperkuat dengan poling Instagram, budaya gotong royong masih sangat efektif diadakan oleh masyarakat Kota maupun Desa. Gotong royong menurut warga dapat memberikan dampak positif seperti mempererat kekeluargaan, lingkungan menjadi bersih terutama di musim penghujan saat ini gotong royong semakin giat diadakan. Namun, beberapa kota besar seperti wilayah Jakarta, jarang sekali melakukan kegiatan gotong royong. Atas data yang ada, wilayah Jakarta khususnya daerah apartemen jarang diadakan gotong royong. Hal ini karena mayoritas penduduknya pegawai kerja yang dari pagi hingga malam bekerja dan tidak sempat melakukan sosialisasi. Daerah Apartemen hampir dikatakan tidak ada gotong royong karena semua urusan ditanggung petugas Apartemen, seperti saat menyiapkan sholat ied dan lainya. Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya

.
  • 027gxaw1pl.pages.dev/494
  • 027gxaw1pl.pages.dev/201
  • 027gxaw1pl.pages.dev/441
  • 027gxaw1pl.pages.dev/275
  • 027gxaw1pl.pages.dev/211
  • 027gxaw1pl.pages.dev/432
  • 027gxaw1pl.pages.dev/173
  • 027gxaw1pl.pages.dev/397
  • bandingkan aktivitas gotong royong di masyarakat desa dengan di perkotaan